Tutorial Home Recording – musisi.org http://musisi.org music production schools, free vst plugins, home recording, learn how to play guitar, fl studio Fri, 30 Nov 2018 21:49:05 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.9.8 PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/ http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/#comments Fri, 30 Nov 2018 09:49:08 +0000 http://musisi.org/?p=1421 Bagian 3 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING   mastering menggunakan nuendo. Sebelum kita memulai mastering sebuah lagu atau album, ada baiknya kita perhatikan hal-hal sebagai berikut : Mastering yang bagus adalah mengolah sinyal hasil mixing seperlunya saja. Apabila sinyal hasil mixing sudah cukup bagus dan tidak perlu ada penambahan efek yang lain, maka

The post PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO appeared first on musisi.org.

]]>
Bagian 3

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING

 

mastering menggunakan nuendo. Sebelum kita memulai mastering sebuah lagu atau album, ada baiknya kita perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mastering yang bagus adalah mengolah sinyal hasil mixing seperlunya saja. Apabila sinyal hasil mixing sudah cukup bagus dan tidak perlu ada penambahan efek yang lain, maka kita mastering sinyal tersebut tanpa menambah banyak efek. Karena bisa jadi dengan menambah efek-efek yang lain, mengakibatkan sinyal menjadi cacat atau bahkan bisa menimbulkan noise yang tentu saja hal ini tidak kita harapkan.
  2. Adakalanya Mastering Engineer memastering data lagu pada sampling 96kHz. Umumnya memang hasil recording atau mixing mempunyai sample rate sebesar 44,1 kHz. Apabila data yang kita terima mempunyai sampling rate sebesar 44,1 khz, kita bisa menaikkan sample ratenya dengan mengkonvertnya menjadi 96 kHz, baru kemudian kita olah. Setelah selesai kita turunkan lagi sample ratenya menjadi 44,1 Khz. Biasanya menggunakan dithering.
  3. Ada baiknya apabila data mixing yang kita terima mempunyai bit rate sebesar 32-bit. Hal ini akan menyebabkan sinyal audio tidak sampai peak. Dan data hasil mixing tidak terdistorsi. Setelah selesai mastering, kita turunkan bit ratenya menjadi 16-bit.
  4. Senantiasa percaya kepada telinga kita. Hal ini sangat penting. Karena ada kalanya ketika kita masih belum berpengalaman, kita biasanya menilai sebuah sinyal dari spektrumnya yang tampak pada layar monitor. Kita merasa sinyalnya terlalu besar low frekuensinya atau terlau kecil high frekuensinya. Sehingga kadang-kadang kita menurunkan level bassnya dan menaikkan level highnya, hanya berdasarkan dari pengamatan spektrum, tanpa kita dengarkan. Akhirnya terkadang hasilnya tidak karuan. Karena itulah kita juga harus benar-benar mendengar sinyal yang sedang kita olah. Sedangkan visual dari spektrum hanya sebagai alat bantu saja.
  5. Sinyal yang hendak kita mastering ada baiknya apabila mempunyai headroom sebesar -6dBFS. Hal ini akan membuat kita bekerja bisa lebih optimal. Karena masih mempunyai ruang yang besar antara puncak sinyal tertinggi dengan range maksimal untuk sinyal digital, yaitu sebesar 6dB. Apabila sinyal yang akan kita mastering mempunyai headroom yang hampir 0dB, maka apabila kita paksakan untuk melakukan proses mastering, maka hasilnya akan terpotong atau peak. Atau apabila kita ingin menyelamatkan sinyal tersebut, maka hasil mastering kita bisa-bisa lebih rendah amplitudonya dari sinyal mixing.
  6. Lebih baik lagi apabila kita melakukan proses mastering, DAW yang kita gunakan berbeda dengan DAW pada saat mixing. Dan janganlah kita memastering sebuah lagu, langsung saat itu juga setelah kita selesai melakukan mixing lagu tersebut. Tetapi tunggulah dua atau tiga hari lagi. Apabila selesai memixing sebuah lagu kemudian langsung kita mastering, kadang kala yang kita kerjakan adalah memperbaiki hasil mixing kita, bukan melakukan mastering yang sesungguhnya.

 

The post PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO appeared first on musisi.org.

]]>
http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/feed/ 7
compression audio http://musisi.org/compression-audio/ http://musisi.org/compression-audio/#comments Tue, 27 Nov 2018 09:48:21 +0000 http://musisi.org/?p=1292 Compression Audio Compressor digunakan oleh sound engineer untuk memantapkan hasil rekaman. Misalnya untuk memantapkan permainan drum, bass atau vocal. Tapi yang perlu diingat, apabila kita salah dalam penggunaan compressor ini, maka yang terjadi adalah hasil mixing yang hancur. Tidak sesuai dengan tujuan utama dari lagu tersebut. Itulah sebabnya, ada yang menyebutkan bahwa kehandalan seorang sound

The post compression audio appeared first on musisi.org.

]]>
  • Compression Audio
  • Compressor digunakan oleh sound engineer untuk memantapkan hasil rekaman. Misalnya untuk memantapkan permainan drum, bass atau vocal. Tapi yang perlu diingat, apabila kita salah dalam penggunaan compressor ini, maka yang terjadi adalah hasil mixing yang hancur. Tidak sesuai dengan tujuan utama dari lagu tersebut. Itulah sebabnya, ada yang menyebutkan bahwa kehandalan seorang sound engineer dapat dinilai dari keahliannya dalam menggunakan alat compressor ini.

    Alasan sound engineer menggunakan compressor diantaranya :

    1. Mengontrol dinamika, sehingga suara yagn dihasilkan akan terkesan stabil. Jarak antara suara yang keras dengan yang pelan sangat dekat. Itulah sebabnya, compressor juga disebut dengan Automatic Level Control.
    2. Compressor digunakan sebagai efek, sehingga bisa menimbulkan suara terkesan maju atau dekat dan lebih atraktif. Ini apabila dalam pengaturan compressor tersebut benar-benar tepat.

    Cara mengaktifkan compressor adalah sebagai berikut :

    1. Tekan menu Insert.
    2. Pilih slot yang kedua atau ketiga, kemudian pilih menu dynamics dan pilih Dynamics.
    3. On-kan tombol Compressor.

    membuka menu dynamic

    Gambar 92. Membuka menu Dynamics

    mengaktifkan menu compressor

    Gambar 93. Mengaktifkan menu Compressor

     

    1. Pada menu compressor, terdapat pilihan tombol RMS dan PEAK, seperti pada gambar 93. Pilihlah RMS bila sinyal yang kita olah cenderung rata dan pilihlah PEAK apabila sinyal yang kita olah mempunyai hentakan awal, atau yang biasa disebut transient. Sinyal yang mempunyai hentakan awal misalnya adalah sinyal hasil rekaman snare drum.

    sinyal transient

    Gambar 94. Contoh sinyal yang mempunyai transient

    sinyal cenderung rata

    Gambar 95. Contoh sinyal yang cenderung rata

     

    1. Mute semua track, dengan menekan tombol m pada track. Dan unmute track yang akan kita beri efek compressor.
    2. Sebagai langkah awal, kita atur Threshold dan Ratio pada titik maksimal sedangkan Attack dan release kita atur pada titik minimal. Hal ini kita lakukan agar kita bisa mendengar efek dari pemakaian compressor.
    3. Kita atur tombol Threshold kira-kira pada posisi 3/4nya.
    4. Kemudian kita atur tombol Attack. Sesuaikan dengan jenis musik yang sedang kita olah. Attack apabila semakin lambat, maka suaranya terkesan tebal dan bila dipercepat, suaranya terkesan tipis.
    5. Kemudian kita atur tombol Release. Salah satu cara termudah untuk mengaturnya adalah, usahakan agar pengaturan release ini sesuai dengan tempo lagu. Hal ini dapat kita amati pada lampu yang menyala pada Gain Reduction.
    6. Kemudian atur tombol Ratio. Semakin minimal kita putar, suar terkesan besar, dan bila kita putar maksimal, suara akan terkesan kecil. Aturlah ratio ini agar sesuai dengan jenis lagunya.
    7. Kemudian kita ulangi lagi untuk mengatur tombol Threshold, hingga suara sesuai denga harapan kita.

    Pembahasan tata cara penggunaan compressor diatas hanyalah sebatas teori ditambah dengan pengalaman penulis. Tentunya cara pengaturan yang lebih benar adalah kita mendengarkan track yang kita olah, dan kita atur tombol-tombol pada panel compressor tersebut, agar sesuai dengan lagu yang sedang kita kerjakan. Perbanyaklah melakukan praktek ditambah dengan sering mendengarkan lagu-lagu hasil garapan sound engineer yang terkenal. Dengan begitu dialam bawah sadar kita akan terekam, bagaimana sound drum yang bagus, bagaimana saound bass yang bagus dan sound-sound instrumen yang lainnya.

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    The post compression audio appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/compression-audio/feed/ 10
    Penutup mastering menggunakan Nuendo http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/ http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/#comments Sun, 25 Nov 2018 21:49:10 +0000 http://musisi.org/?p=1452 Bagian 6 PENUTUP: Mastering menggunakan Nuendo Demikianlah penjelasan singkat mengenai dasar-dasar audio mastering yang bisa penulis paparkan. Disini penulis juga akan menyampaikan beberapa tips yang biasa dilakukan oleh Mastering Engineer pada saat melakukan proses audio mastering, diantaranya adalah : Memperkaya telinga kita dengan mendengarkan CD-CD referensi. Ini untuk membiasakan telinga kita mendengarkan sound dari genre

    The post Penutup mastering menggunakan Nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
    Bagian 6

    PENUTUP: Mastering menggunakan Nuendo

    Demikianlah penjelasan singkat mengenai dasar-dasar audio mastering yang bisa penulis paparkan. Disini penulis juga akan menyampaikan beberapa tips yang biasa dilakukan oleh Mastering Engineer pada saat melakukan proses audio mastering, diantaranya adalah :

    1. Memperkaya telinga kita dengan mendengarkan CD-CD referensi. Ini untuk membiasakan telinga kita mendengarkan sound dari genre lagu tertentu yang sejenis dengan lagu yang akan kita mastering. Sebaiknya kita mendengarkan lagu-lagu tersebut dalam format WAV.
    2. Mendengarkan hasil mastering kita dari beberapa posisi. Hal ini kita lakukan karena selama proses mastering, kita hanya mendengarkan lagu tersebut tepat ditengah-tengah speaker. Sedangkan hasil yang kita kerjakan nantinya akan didengarkan oleh publik di berbagai tempat. Dan sebagai engineer kita harus bisa membuat hasil mastering kita bisa terdengar enak dari posisi manapun.
    3. Mendengarkan hasil mastering pada mode mono. Ini untuk mengetahui apakah hasil mastering kita ‘mendekati’ dengan mode stereo? Karena biasanya kalau kita mendengarkan pada mode mono, ada suara yang hilang atau agak ‘berantakan’.
    4. Mendengarkan       hasil mastering pada level volume yang berbeda. Apakah soundnya tetap sama apakah berbeda. Usahakan sound yang dihasilkan ‘mendekati’ sama. Karena tiap orang nantinya akan mendengarkan dengan volume yang berbeda-beda.
    5. Dengarkan di speaker yang berbeda. Ini untuk mengetahui hasil mastering kita apabila didengarkan di mobil, speaker dekstop, headphone atau di perangkat audio yang lainnya.
    6. Dengarkanlah lagi besok pagi. Biasanya dengan mendengarkan lagi esok harinya, kita bisa menemukan sedikit cacat atau sound yang kurang enak dari hasil mastering kita. Apabila tidak dikejar deadline, ada baiknya kita cek lagi hasil mastering kita dua atau tiga hari lagi. Hal ini kita lakukan, barangkali ada yang perlu di’revisi’ dari hasil mastering kita.

    Terakhir, kita harus sadar, bahwa tidak ada yang sempurna di alam ini. Untuk itu marilah kita terus belajar, berlatih, belajar dan berlatih terus. Dengan demikian kita akan bisa menjadi lebih profesional. Karena dengan belajar dan berlatih terus menerus, kita akan dapat belajar dari kesalahan kita, yang itu bisa membuat kita lebih paham terhadap sound yang sedang kita kerjakan.

     

    Selamat belajar!

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    The post Penutup mastering menggunakan Nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/feed/ 8
    Sinyal Digital Home Recording http://musisi.org/sinyal-digital-home-recording/ http://musisi.org/sinyal-digital-home-recording/#comments Sun, 25 Nov 2018 09:48:17 +0000 http://musisi.org/?p=1204 Sinyal digital Pada sinyal digital, suara digambarkan sebagai deretan angka-angka yang menunjukkan tingat kekerasan sinyal tersebut, yang disebut dengan angka biner. Angka biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja, yang dikenal dengan istilah bit. Angka 0 menunjukkan tegangan rendah atau off dan angka 1 menunjukkan tegangan tinggi atau on. Pada format audio digital,

    The post Sinyal Digital Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    Sinyal digital

    Pada sinyal digital, suara digambarkan sebagai deretan angka-angka yang menunjukkan tingat kekerasan sinyal tersebut, yang disebut dengan angka biner. Angka biner hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja, yang dikenal dengan istilah bit. Angka 0 menunjukkan tegangan rendah atau off dan angka 1 menunjukkan tegangan tinggi atau on.

    Pada format audio digital, kita mengenal istilah frekuensi sampling atau sample rate dan bit resolution atau bit depth. Frekuensi sampling pada sinyal audio adalah berapa banyak pencacahan sinyal audio tersebut dalam tiap detik. Semakin tinggi nilai frekuensi samplingnya, maka sinyal audio tersebut akan dicacah semakin banyak dan semakin halus, sehingga akan semakin baik hasilnya. Untuk audio CD, frekuensi samplingnya sebesar 44,1 kHz. Itu berarti dalam satu detiknya sinyal audio tersebut dicacah sebanyak 44100 kali. Sedangkan untuk aplikasi multimedia sebesar 22,05 kHz dan 11,025 kHz untuk jalur telekomunikasi.

    Frekuensi sampling minimal dua kali lebih besar dari frekuensi tertinggi yang sedang kita kerjakan. Ini disebut dengan aturan Nyquist Frequency. Misalnya, kebanyakan manusia tidak dapat atau sulit untuk mendengar suara diatas frekuensi 15 kHz, walaupun secara teori ambang pendengaran kita adalah 20 Hz hingga 20 kHz. Untuk itulah audio CD menggunakan frekuensi sampling 44,1 kHz dan ini sudah memenuhi ketentuan Nyquist diatas.

    Mungkin timbul pertanyaan, jika telinga kita tidak dapat mendengar frekuensi diatas 20 kHz, untuk apa kita menciptakan alat, misalnya DVD, yang memiliki sample rate sebesar 96 atau 192 kHz?

    Memang kita tidak dapat mendengar suara diatas frekuensi 20 kHz, tetapi energi dari audio yang berada pada frekuensi diatas 20 kHz memiliki pengaruh pada frekuensi dibawahnya. Inilah sebabnya kita mempunyai pemikiran bahwa sound dari DVD itu lebih jernih dan lebih bagus kualitasnya.

    Sedangkan resolusi pada sinyal digital adalah nilai yang menggambarkan level tegangan pada sinyal analog. Semakin tinggi nilai resolusinya, semakin akurat dan mendetail nilai tegangan yang dapat diterjemahkan. Sehingga semakin baik kualitas dari audio tersebut.

    Pada CD audio, digunakan 16 bit per sample (16 bit resolusi), sehingga dapat memberikan 65536 nilai amplitude. Nilai itu didapat dari perhitungan 216. Beberapa sistem audio digital yang profesional menggunakan resolusi bit sebesar 24 bit pada saat recording dan mixing, untuk mendapatkan dinamika yang lebih luas.

    sinyalanalogkedigital

    Gambar 2. Beberapa perbandingan dari Resolusi

    dan Sampling Rate

    The post Sinyal Digital Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/sinyal-digital-home-recording/feed/ 10
    PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE http://musisi.org/proses-mixing-dengan-software/ http://musisi.org/proses-mixing-dengan-software/#comments Sat, 24 Nov 2018 09:48:20 +0000 http://musisi.org/?p=1269 6 PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE Mixing bukanlah pekerjaan yang hanya mengatur tingkat kekerasan suara antara satu instrumen yang satu dengan instrumen yang lain. Atau hanya mengatur posisi kiri-kanan instrumen. Tetapi sebuah mixing bagi seorang sound engineering adalah bagaimana mengatur semua data pada lagu tersebut, sehingga ‘aura’ lagu tersebut bisa muncul. Sehingga jiwa dari sebuah lagu

    The post PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE appeared first on musisi.org.

    ]]>
    6

    PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    Mixing bukanlah pekerjaan yang hanya mengatur tingkat kekerasan suara antara satu instrumen yang satu dengan instrumen yang lain. Atau hanya mengatur posisi kiri-kanan instrumen. Tetapi sebuah mixing bagi seorang sound engineering adalah bagaimana mengatur semua data pada lagu tersebut, sehingga ‘aura’ lagu tersebut bisa muncul. Sehingga jiwa dari sebuah lagu tersebut bisa keluar.

    Mixing yang bagus, tingkat kekerasan suara antar instrumen, lebih-lebih suara vokalis, harus seimbang. Semuanya terdengar jernih, tidak ada yang terlalu menonjol, kecuali memang dibutuhkan. Yang lebih penting adalah pengaturan suara vocal utama dengan vocal pendamping (backing vocal) harus seimbang. Suara instrumen yang tampak jauh harus lebih pelan di bandingkan suara instrumen yang nampak di depan. Disinilah perlunya seorang sound engineer bisa ‘melihat’ suara, bukan hanya mendengar suara.

    Seorang sound engineering dalam melakukan mixing juga harus mengetahui genre musik yang sedang dia kerjakan. Apakah itu musik pop, rock, klasik atau jazz. Jangan sampai dalam memixing lagu bergenre pop tetapi hentakan drumnya beraksen rock.

    Proses mixing yang akan dijelaskan pada artikel ini adalah proses mixing dengan menggunakan software, atau yang biasa dikenal dengan internal mixing. Jadi proses mixing yang akan kita kerjakan nanti tidak membutuhkan hardware-hardware tambahan seperti layaknya di studio-studio rekaman. Tetapi kita menggunakan tiruan dari alat-alat tersebut yang sudah berbentuk software. Programnya biasa disebut plug-in. Ada banyak plug-in yang bisa kita gunakan, tergantung kebutuhan kita. Apakah program untuk ekualiser, kompresor, atau efek-efek yang lain, seperti delay dan reverb.

    Masalah mixing yang akan kita kerjakan nanti hanya membutuhkan sedikit plug-in. Kita akan mencoba untuk memaksimalkan fasilitas yang ada di nuendo.

    Langkah-langkah mixing yang akan kita lakukan nanti meliputi :

    1.       Penyelarasan tingkat kekerasan suara.

    2.       Panning.

    3.       Ekualisasi.

    4.       Compression.

    5.       Balance.

    6.       Penambahan efek.

    7.       Automatisasi.

    Sekarang mari kita mulai melakukan mixing sinyal audio yang telah kita rekam.

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    Tingkat kekerasan suara antar track tidaklah sama. Oleh karena itu langkah pertama kita dalam mixing adalah menyamakan tingkat kekerasan suata antar track berdasarkan VU meter. Sehingga dalam proses mixing nantinya, kita sudah tidak terpengaruh oleh meter lagi.

    Cara mengaturnya adalah sebagai berikut:

    1.       Bukalah panel mixer, dengan menekan tombol F3.

    2.       Pada bagian master kita insertkan PSP Vintage Meter, sebuah VU meter yang bisa kita download gratis.

    3.       Aturlah agar nilai 0 pada VU meter menunjukkan angka -14 dBFS. Caranya dengan kita klik tulisan PSP Vintage Meter dan atur titik merah pada bagian 0VU rever. Meter.

    110314_1911_PROSESMIXIN1.png

    Gambar 82. Mengakses VU meter

    110314_1911_PROSESMIXIN2.png

    Gambar 83. Menginsert PSP Vintage Meter

    4.       Tekan tombol e pada kolom PSP Vintage Meter untuk membuka atau menutup tampilan PSP.

    110314_1911_PROSESMIXIN3.png

    Gambar 84. Tampilan PSP Vintage Meter

    110314_1911_PROSESMIXIN4.png

     

    Gambar 85. Mengatur 0VU pada -14dBFS

    5.       Setelah itu nol-kan fader volume semua track.

    6.       Satu persatu track maksimalkan vader volumenya, dan atur input gain tiap track hingga menunjukkan nilai sekitar +2dBVU.

    7.       Bila melampaui +2 bisa kita turunkan nilainya, bila telalu kecil bisa kita naikkan nilainya.

    110314_1911_PROSESMIXIN5.png

    Gambar 86. Mengatur input gain

    8.       Dengan demikian kita telah mengatur seimbang, berdasarkan VU meter, tingkat kekerasan semua track.

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    The post PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/proses-mixing-dengan-software/feed/ 8
    Sinyal Analog Tutorial Home Recording http://musisi.org/sinyal-analog-tutorial-home-recording/ http://musisi.org/sinyal-analog-tutorial-home-recording/#comments Wed, 21 Nov 2018 21:48:45 +0000 http://musisi.org/?p=949 1. Sinyal analog Suatu sinyal analog dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 1. Sinyal analog Tampak pada gambar di atas, bahwa sinyal analog, atau gelombang suara, pada gambar diatas diperlihatkan suatu sinyal sinusioidal murni, mempunyai lembah dan bukit. Satu lembah dan satu bukit dinamakan satu putaran atau cycle, atau biasa juga disebut satu perioda, dilambangkan

    The post Sinyal Analog Tutorial Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    1. Sinyal analog

    Suatu sinyal analog dapat digambarkan sebagai berikut :

    sinyal analog

    Gambar 1. Sinyal analog

    Tampak pada gambar di atas, bahwa sinyal analog, atau gelombang suara, pada gambar diatas diperlihatkan suatu sinyal sinusioidal murni, mempunyai lembah dan bukit. Satu lembah dan satu bukit dinamakan satu putaran atau cycle, atau biasa juga disebut satu perioda, dilambangkan dengan T. Dan satuannya adalah detik (second), dilambangkan dengan s.

    Apabila putaran gelombang itu terjadi berulang-ulang, maka muncullah konsep frekuensi. Sehingga dapat kita katakan frekuensi adalah jumlah putaran atau cycle tiap detik. Satuannya adalah Hertz, dilambangkan dengan Hz. Dan kilohertz (kHz) adalah seribu putaran tiap detik. Telinga kita hanya dapat mendengarkan suara dalam range frekuensi antara 20 Hz hingga 20 kHz. Dan frekuensi inilah yang menentukan pitch atau nada dari suatu suara. Ada yang tinggi dan ada yang rendah. Sedangkan dalam musik, satuan pitch ini biasa disebut oktaf. Satu oktaf adalah jarak antara nada yang satu dengan nada yang sama tetapi dengan jangkauan yang lebih tinggi.

    Selain tinggi rendahnya nada, kita juga mengetahui keras atau pelannya suara. Inilah yang kita kenal dengan nama amplitudo atau intensitas suara. Jadi, kalau kita mendengar suara yang keras, maka molekul udara akan bergetar lebih kuat, sehingga suara yang sampai pada telinga kita terkesan sangat kencang atau terdengar sebagai suara yang keras. Besarnya amplitude sinyal diukur dalam satuan tegangan atau volt, yang dilambangkan dengan V. Kuat lemahnya suara biasanya juga dihitung dalam satuan decibel (dB). Karena itu, mungkin nanti kita membaca dibuku-buku literatur masalah musik atau audio terdapat kata-kata, kuat suaranya 80 dB atau musiknya bisa sampai level 120dB, kita sudah mengerti maksud dari kata-kata tersebut. Untuk mengukur kuat atau lemahnya level suara dalam decibel, kita bisa menggunakan alat yang disebut SPL Meter (Sound Preasure Level) Meter.

    Sampai disini kita telah mengetahui, bahwa suatu sinyal suara itu mempunyai siklus getaran perdetik, dalam gambar terdapat pada sumbu vertikal dan mempunyai tingkat kekerasan atau amplitude, pada sumbu horisontalnya.

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    The post Sinyal Analog Tutorial Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/sinyal-analog-tutorial-home-recording/feed/ 7
    Pendahuluan Home Recording http://musisi.org/pendahuluan-home-recording/ http://musisi.org/pendahuluan-home-recording/#comments Wed, 19 Sep 2018 21:49:37 +0000 http://musisi.org/?p=968 PENDAHULUAN Sebelum kita memulai untuk belajar musik digital, ada baiknya kita juga mengetahui apa itu suara, sumber suara, sinyal analog maupun sinyal digital. Demikian juga dengan apa itu konsep frekuensi, amplitude serta perioda suatu gelombang suara.   Suara adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan getarannya sampai pada telinga kita. Ada banyak

    The post Pendahuluan Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    PENDAHULUAN

    Sebelum kita memulai untuk belajar musik digital, ada baiknya kita juga mengetahui apa itu suara, sumber suara, sinyal analog maupun sinyal digital. Demikian juga dengan apa itu konsep frekuensi, amplitude serta perioda suatu gelombang suara.   Suara adalah suatu gelombang yang dihasilkan oleh benda yang bergetar dan getarannya sampai pada telinga kita. Ada banyak macam sumber suara yang ada disekitar kita. Misalnya dawai gitar yang dipetik, gendang yang dipukul, piano yang ditekan, suara klakson mobil, sirine, orang bicara dan lain sebagainya. Suara dapat sampai ke telinga kita karena ada media yang dilalui oleh gelombang suara tersebut. Dalam hal ini media yang dilalui adalah udara. Jadi, di ruang yang hampa udara, kita tidak dapat mendengar suara. Karena memang tidak ada media yang bisa dilalui oleh gelombang suara. Gelombang suara yang kita dengar tadi dapat pula kita rekam atau kita manipulasi. Caranya adalah dengan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal digital. Sedangkan suara yang kita dengar selama ini adalah sinyal analog. Dengan bantuan komputer dan software-software khusus, kita nanti akan mencoba merekam suara, memanipulasinya atau kita edit, kemudian kita jadikan sebuah CD audio yang berisi, tentunya karya-karya kita sendiri. Sebelum melangkah kesana, ada baiknya jika kita mengenal dulu perbedaan dari sinyal analog dengan sinyal digital secara sekilas.

    Incoming search terms:

    The post Pendahuluan Home Recording appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/pendahuluan-home-recording/feed/ 9
    Pendahuluan cara mastering dengan nuendo http://musisi.org/pendahuluan-cara-mastering-dengan-nuendo/ http://musisi.org/pendahuluan-cara-mastering-dengan-nuendo/#comments Fri, 19 Jan 2018 09:48:30 +0000 http://musisi.org/?p=1412 Bagian 1 Pendahuluan cara mastering dengan nuendo   Musik telah menjadi semacam kebutuhan kita sehari-hari. Tanpa mendengarkan musik barang sehari saja rasanya ada yang kurang. Oleh karena itulah dimana-mana sering kita dengar orang memutar musik. Tetapi pernahkah kita menyadari, bahwa musik yang kita dengar sehari-hari sesungguhnya telah mengalami sebuah perjalanan panjang. Telah melalui proses yang

    The post Pendahuluan cara mastering dengan nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
    mastering dengan nuendo

    Bagian 1

    Pendahuluan cara mastering dengan nuendo

     

    Musik telah menjadi semacam kebutuhan kita sehari-hari. Tanpa mendengarkan musik barang sehari saja rasanya ada yang kurang. Oleh karena itulah dimana-mana sering kita dengar orang memutar musik.

    Tetapi pernahkah kita menyadari, bahwa musik yang kita dengar sehari-hari sesungguhnya telah mengalami sebuah perjalanan panjang. Telah melalui proses yang sangat rumit. Dimulai dari proses recording, editing, mixing, mastering dan duplicating. Baru didistribusikan secara umum dan bisa kita dengar.

    Di dalam buku ini kita akan mencoba belajar, bagaimana sebuah proses mastering sebuah lagu dengan hanya menggunakan software. Sebenarnya, kebanyakan studio-studio musik dan recording melakukan proses mastering sebuh lagu atau album dengan menggunakan hardware. Misalnya seperangkat compresor dan equaliser. Belum lagi perangkat-perangkat lain yang menunjang jalannya proses mastering. Dan hasilnyapun menjadi sangat nyaman untuk kita dengar.

    Sedangkan disaat ini kita belajar mastering sebuah lagu dengan hanya menggunakan software. Dengan hanya berbekal komputer dan software Digital Audio Workstation, dalam hal ini kita akan menggunakan software Cubase, ditambah dengan beberapa software tambahan (plug in) sebagai pendukung proses mastering kita. Memang, hasilnya jauh bila dibandingkan dengan hasil mastering di studio-studio recording yang konvensional. Tetapi dengan melakukan hal ini, paling tidak kita bisa belajar sedikit mengenai proses mastering dan bisa kita kerjakan secara fleksibel, karena hanya menggunakan komputer atau laptop. Namun dengan banyak melakukan latihan-latihan, tidak menutup kemungkinan, hasil mastering kita bisa diadu dengan hasil mastering studio recording konvensional.

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    Incoming search terms:

    The post Pendahuluan cara mastering dengan nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/pendahuluan-cara-mastering-dengan-nuendo/feed/ 7
    Ekualisasi / equalizing audio http://musisi.org/ekualisasi-equalizing-audio-cara-menggunakan-equalizer/ http://musisi.org/ekualisasi-equalizing-audio-cara-menggunakan-equalizer/#comments Mon, 08 Jan 2018 09:48:17 +0000 http://musisi.org/?p=1289 Ekualisasi / equalizing audio | cara menggunakan equalizer Fungsi dari ekualisasi (Equalizing/EQ) adalah mengendalikan volume pada wilayah frekuensi tertentu. Apakah kita tambah (Boosting) atau kita kurangi (Cutting). Sedangakan tujuan dari EQ adalah: Untuk membuat sebuah instrumen menjadi lebih jernih dan jelas. Untuk mengubah ukuran dari suatu suara, apakah terkesan besar atau kecil. Untuk mengatur wilayah

    The post Ekualisasi / equalizing audio appeared first on musisi.org.

    ]]>
  • Ekualisasi / equalizing audio | cara menggunakan equalizer
  • Fungsi dari ekualisasi (Equalizing/EQ) adalah mengendalikan volume pada wilayah frekuensi tertentu. Apakah kita tambah (Boosting) atau kita kurangi (Cutting).

    Sedangakan tujuan dari EQ adalah:

    1. Untuk membuat sebuah instrumen menjadi lebih jernih dan jelas.
    2. Untuk mengubah ukuran dari suatu suara, apakah terkesan besar atau kecil.
    3. Untuk mengatur wilayah frekuensi suatu instrumen agar tidak bertabrakan dengan frekuensi instrumen yang lain.

    Cara mengaktifkan EQ pada nuendo adalah sebagai berikut :

    1. tekan tombol e pada track yang akan kita aktifakan EQnya atau dari panel mixer.

    cara mengaktifkan equalizer

    Gambar 90. Cara mengaktifkan EQ

     

    1. Setelah itu akan muncul panel EQ. Kita bisa mengatur Gain, Frequency Center, Quality Bandwidth (Q) dan Filter Selector, sesuai dengan keinginan kita.

    panel equalizer

    Gambar 91. Panel EQ

    1. Aturlah EQ dengan bijaksana. Perlu kita ketahui, bahwa tidak semua track memerlukan pengaturan EQ. Adakalanya sebuah track sudah cukup bagus, dan bila ditambahi EQ malah jadi jelek. Bahkan ada beberapa lagu yang benar-benar tidak memerlukan pengaturan EQ lagi pada saat mixing.
    2. Sebelum menggunakan EQ, sebaiknya kita sudah punya bayangan, bagaimanakah suara yang akan kita inginkan nanti. Hal ini sangat membantu kita dalam proses pengaturan EQ. Jadi, jangan melakukan pengaturan EQ berdasarkan kira-kira.

    Berikut ini pembagian range frekuensi yang direkomendasikan oleh salah seorang sound engineer yang mungkin bisa kita jadikan patokan. Tetapi tentunya masih banyak pembagian range frekuensi yang lain, bila kita rajin-rajin membuka beberapa referensi.

    No. Range Frekuensi Keterangan
    1 16 – 60 Hz Sub bass
    2 60 – 250 Hz Bass
    3 250 Hz – 2 kHz Low Mids
    4 2 – 4 kHz High Mids
    5 4 – 6 kHz Presence
    6 6 – 16 kHz Brilliance

    Tabel 1. Pembagian Range Frekuensi

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    Incoming search terms:

    The post Ekualisasi / equalizing audio appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/ekualisasi-equalizing-audio-cara-menggunakan-equalizer/feed/ 2
    automation nuendo http://musisi.org/automation-nuendo/ http://musisi.org/automation-nuendo/#comments Sun, 17 Dec 2017 09:48:27 +0000 http://musisi.org/?p=1334 Otomatisasi / automation nuendo automation nuendo. Ini adalah bagian terakhir dari proses mixing yang kita kerjakan. Sebenarnya pada proses otomatisasi ini, kita hanya tinggal memberikan sentuhan-sentuhan akhir dari hasil kerja kita. Misalnya, kita ingin level volume sebuah track pada detik ke-10 sampai ke-20 terdengar lebih pelan daripada waktu-waktu yang lainnya. Atau pada detik ke-5 sampai

    The post automation nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
  • Otomatisasi / automation nuendo
  • automation nuendo. Ini adalah bagian terakhir dari proses mixing yang kita kerjakan. Sebenarnya pada proses otomatisasi ini, kita hanya tinggal memberikan sentuhan-sentuhan akhir dari hasil kerja kita. Misalnya, kita ingin level volume sebuah track pada detik ke-10 sampai ke-20 terdengar lebih pelan daripada waktu-waktu yang lainnya. Atau pada detik ke-5 sampai ke-15, suara dari suatu track harus terdengar disisi sebelah kiri dan pada detik ke-16 dan seterusnya ada disebelah kanan. Dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan kita.

    Contoh diatas adalah sebagian kecil dari proses otomatisasi. Sebenarnya bila kita bisa mengeksplore panel-panel pada nuendo, kita akan dapat lebih mengetahui rahasia-rahasia di dalam program nuendo.

    Cara memberikan otomatisasi pada suatu track adalah sebagai berikut :

    1. klik tanda + pada track yang akan kita olah.

       membuka panel otomatisasi

    Gambar 101. Membuka panel otomatisasi

     

    1. Maka akan muncul tombol pengaturan volume. Apabila tulisan volume itu kita klik, maka akan muncul banyak pilihan otomatisasi. Apa mute, panning, dan lain-lain.

    macam macam otomasi

    Gambar 102. Macam-macam otomatisasi

     

    1. Tekan tombol read, atau huruf R, pada track yang akan kita otomatisasi.
    2. Pada contoh ini kita misalnya mengatur volume secara otomatis. Tekan tombol Object Selection, tanda panah, pada nuendo. Maka apabila kita klik di garis volume, akan muncul titik merah yang dapat kita tambahkan lagi atau kita hapus. Dan bila titik-titik itu kita geser, maka kita akan bisa mengubah level volume pada tiap-tiap detik yang kita butuhkan perubahan.

    pengaturan volume

    Gambar 103. Garis dan titik pengaturan volume

    pengaturan volume autiomation

    Gambar 104. Contoh pengaturan volume secara otomatis

    1. Dari contoh diatas, maka kita bisa mencoba untuk mengatur-atur panning, mute, efek, atau yang lainnya.

    Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa proses otomatisasi ini digunakan untuk mempercantik proses mixing kita.

    DAFTAR ISI PADA SERI TUTORIAL HOME RECORDING DENGAN NUENDO / CUBASE:

    1. PENDAHULUAN

    1. Sinyal analog

    2. Sinyal digital

    2. SET UP STUDIO DIGITAL

    1. Spesifikasi komputer

    2. Set up studio digital profesional

    3. Set up minimal studio digital

    3. FORMAT AUDIO, MIDI DAN SOFTWARE RECORDING

    1. Format audio

    2. MIDI

    3. Software recording

    4. PROSES RECORDING

    1. Proses recording

    2. Proses recording audio

    3. Proses recording MIDI

    4. Export file

    5. MENGEDIT DATA AUDIO

    1. Menghilangkan noise

    2. Fading

    3. Analisa sinyal

    6. PROSES MIXING DENGAN SOFTWARE

    1. Penyelarasan tingkat kekerasan suara

    2. Panning

    3. Ekualisasi

    4. Compression

    5. Balance

    6. Penambahan Efek

    7. Otomatisasi

    7. MASTERING

    1. Pendahuluan

    2. Pengertian Audio Mastering

    3. Hal hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai mastering

    4. Mulai melakukan Audio Mastering

     5. Step By Step Contoh Audio Mastering Dengan Menggunakan Software

    6. Penutup cara mastering menggunakan Nuendo

    8. PENUTUP

    Incoming search terms:

    The post automation nuendo appeared first on musisi.org.

    ]]>
    http://musisi.org/automation-nuendo/feed/ 8