musisi.org » mastering menggunakan nuendo http://musisi.org music production schools, free vst plugins, home recording, learn how to play guitar, fl studio Sat, 12 Sep 2015 15:10:50 +0000 en-US hourly 1 http://wordpress.org/?v=4.3 Penutup mastering menggunakan Nuendo http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/ http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/#comments Sun, 06 Sep 2015 03:05:09 +0000 http://musisi.org/?p=1452 Bagian 6 PENUTUP: Mastering menggunakan Nuendo Demikianlah penjelasan singkat mengenai dasar-dasar audio mastering yang bisa penulis paparkan. Disini penulis juga akan menyampaikan beberapa tips yang biasa dilakukan oleh Mastering Engineer pada saat melakukan proses audio mastering, diantaranya adalah : Memperkaya telinga kita dengan mendengarkan CD-CD referensi. Ini untuk membiasakan telinga kita mendengarkan sound dari genre

The post Penutup mastering menggunakan Nuendo appeared first on musisi.org.

]]>
Bagian 6

PENUTUP: Mastering menggunakan Nuendo

Demikianlah penjelasan singkat mengenai dasar-dasar audio mastering yang bisa penulis paparkan. Disini penulis juga akan menyampaikan beberapa tips yang biasa dilakukan oleh Mastering Engineer pada saat melakukan proses audio mastering, diantaranya adalah :

  1. Memperkaya telinga kita dengan mendengarkan CD-CD referensi. Ini untuk membiasakan telinga kita mendengarkan sound dari genre lagu tertentu yang sejenis dengan lagu yang akan kita mastering. Sebaiknya kita mendengarkan lagu-lagu tersebut dalam format WAV.
  2. Mendengarkan hasil mastering kita dari beberapa posisi. Hal ini kita lakukan karena selama proses mastering, kita hanya mendengarkan lagu tersebut tepat ditengah-tengah speaker. Sedangkan hasil yang kita kerjakan nantinya akan didengarkan oleh publik di berbagai tempat. Dan sebagai engineer kita harus bisa membuat hasil mastering kita bisa terdengar enak dari posisi manapun.
  3. Mendengarkan hasil mastering pada mode mono. Ini untuk mengetahui apakah hasil mastering kita ‘mendekati’ dengan mode stereo? Karena biasanya kalau kita mendengarkan pada mode mono, ada suara yang hilang atau agak ‘berantakan’.
  4. Mendengarkan       hasil mastering pada level volume yang berbeda. Apakah soundnya tetap sama apakah berbeda. Usahakan sound yang dihasilkan ‘mendekati’ sama. Karena tiap orang nantinya akan mendengarkan dengan volume yang berbeda-beda.
  5. Dengarkan di speaker yang berbeda. Ini untuk mengetahui hasil mastering kita apabila didengarkan di mobil, speaker dekstop, headphone atau di perangkat audio yang lainnya.
  6. Dengarkanlah lagi besok pagi. Biasanya dengan mendengarkan lagi esok harinya, kita bisa menemukan sedikit cacat atau sound yang kurang enak dari hasil mastering kita. Apabila tidak dikejar deadline, ada baiknya kita cek lagi hasil mastering kita dua atau tiga hari lagi. Hal ini kita lakukan, barangkali ada yang perlu di’revisi’ dari hasil mastering kita.

Terakhir, kita harus sadar, bahwa tidak ada yang sempurna di alam ini. Untuk itu marilah kita terus belajar, berlatih, belajar dan berlatih terus. Dengan demikian kita akan bisa menjadi lebih profesional. Karena dengan belajar dan berlatih terus menerus, kita akan dapat belajar dari kesalahan kita, yang itu bisa membuat kita lebih paham terhadap sound yang sedang kita kerjakan.

 

Selamat belajar!

The post Penutup mastering menggunakan Nuendo appeared first on musisi.org.

]]>
http://musisi.org/penutup-mastering-menggunakan-nuendo/feed/ 0
PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/ http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/#comments Sun, 30 Aug 2015 03:21:06 +0000 http://musisi.org/?p=1421 Bagian 3 HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING   mastering menggunakan nuendo. Sebelum kita memulai mastering sebuah lagu atau album, ada baiknya kita perhatikan hal-hal sebagai berikut : Mastering yang bagus adalah mengolah sinyal hasil mixing seperlunya saja. Apabila sinyal hasil mixing sudah cukup bagus dan tidak perlu ada penambahan efek yang lain, maka

The post PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO appeared first on musisi.org.

]]>
Bagian 3

HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING

 

mastering menggunakan nuendo. Sebelum kita memulai mastering sebuah lagu atau album, ada baiknya kita perhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Mastering yang bagus adalah mengolah sinyal hasil mixing seperlunya saja. Apabila sinyal hasil mixing sudah cukup bagus dan tidak perlu ada penambahan efek yang lain, maka kita mastering sinyal tersebut tanpa menambah banyak efek. Karena bisa jadi dengan menambah efek-efek yang lain, mengakibatkan sinyal menjadi cacat atau bahkan bisa menimbulkan noise yang tentu saja hal ini tidak kita harapkan.
  2. Adakalanya Mastering Engineer memastering data lagu pada sampling 96kHz. Umumnya memang hasil recording atau mixing mempunyai sample rate sebesar 44,1 kHz. Apabila data yang kita terima mempunyai sampling rate sebesar 44,1 khz, kita bisa menaikkan sample ratenya dengan mengkonvertnya menjadi 96 kHz, baru kemudian kita olah. Setelah selesai kita turunkan lagi sample ratenya menjadi 44,1 Khz. Biasanya menggunakan dithering.
  3. Ada baiknya apabila data mixing yang kita terima mempunyai bit rate sebesar 32-bit. Hal ini akan menyebabkan sinyal audio tidak sampai peak. Dan data hasil mixing tidak terdistorsi. Setelah selesai mastering, kita turunkan bit ratenya menjadi 16-bit.
  4. Senantiasa percaya kepada telinga kita. Hal ini sangat penting. Karena ada kalanya ketika kita masih belum berpengalaman, kita biasanya menilai sebuah sinyal dari spektrumnya yang tampak pada layar monitor. Kita merasa sinyalnya terlalu besar low frekuensinya atau terlau kecil high frekuensinya. Sehingga kadang-kadang kita menurunkan level bassnya dan menaikkan level highnya, hanya berdasarkan dari pengamatan spektrum, tanpa kita dengarkan. Akhirnya terkadang hasilnya tidak karuan. Karena itulah kita juga harus benar-benar mendengar sinyal yang sedang kita olah. Sedangkan visual dari spektrum hanya sebagai alat bantu saja.
  5. Sinyal yang hendak kita mastering ada baiknya apabila mempunyai headroom sebesar -6dBFS. Hal ini akan membuat kita bekerja bisa lebih optimal. Karena masih mempunyai ruang yang besar antara puncak sinyal tertinggi dengan range maksimal untuk sinyal digital, yaitu sebesar 6dB. Apabila sinyal yang akan kita mastering mempunyai headroom yang hampir 0dB, maka apabila kita paksakan untuk melakukan proses mastering, maka hasilnya akan terpotong atau peak. Atau apabila kita ingin menyelamatkan sinyal tersebut, maka hasil mastering kita bisa-bisa lebih rendah amplitudonya dari sinyal mixing.
  6. Lebih baik lagi apabila kita melakukan proses mastering, DAW yang kita gunakan berbeda dengan DAW pada saat mixing. Dan janganlah kita memastering sebuah lagu, langsung saat itu juga setelah kita selesai melakukan mixing lagu tersebut. Tetapi tunggulah dua atau tiga hari lagi. Apabila selesai memixing sebuah lagu kemudian langsung kita mastering, kadang kala yang kita kerjakan adalah memperbaiki hasil mixing kita, bukan melakukan mastering yang sesungguhnya.

 

Incoming search terms:

  • Samples audio hasil mixing (1)

The post PERLU DIPERHATIKAN SEBELUM MEMULAI MASTERING MENGGUNAKAN NUENDO appeared first on musisi.org.

]]>
http://musisi.org/perlu-diperhatikan-sebelum-memulai-mastering-menggunakan-nuendo/feed/ 1